oleh Anastacia Sasabillah, pada tanggal 29 Oktober 2020, 16.35 WIB
Pendidikan
merupakan salah satu akomodasi yang bisa berpengaruh besar untuk menjadikan
wadah mengembangkan pengetahuan , sikap,
keterampilan, dan pengalaman. Menurut Crow & Crow dalam Zainal Aqib (2010, hlm. 11) berpendapat
bahwa “pendidikan adalah proses pengalaman yang memberikan pengertian,
pandangan (in-sight), dan penyesuaian
bagi seseorang yang menyebabkan ia berkembang”. Selain itu menurut
Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional, Pasal 1
ayat 1 sebagai berikut:
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan negara.
Pada
saat pandemi Covid-19 ini yang melanda dunia kurang lebih sudah tujuh bulan
terakhir ini banyak sekali yang terkena dampak dari Covid-19 salah satunya
berpengaruh kepada pendidikan. Termasuk di negara Indonesia sendiri, mulai dari
bulan Maret aktifitas pembelajaran berubah yang tadinya tatap muka menjadi
pembelajaran daring/pembelajaran secara online untuk mencegahnya penyebaran
virus Covid-19. Pembelajaran daring ini dilaksanakan oleh berbagai tingkat
jenjang pendidikan dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK, hingga Perguruan Tinggi.
Sistem
pembelajaran daring dilakukan melalui perangkat telepon yang tersambung dengan
internet ,seperti handphone dan komputer . Para guru dan siswa bisa melakukan
pembelajaran pada waktu bersamaan dengan cara menggunakan grup dimedia sosial
seperti whatsapp, zoom, google meet, dan lain sebagainya. Maka dari itu, guru
dapat melakukan pengajaran dengan siswa dalam waktu yang bersamaan walaupun di
tempat yang berbeda.
Selama
pembelajaran daring banyak permasalahan
yang dialami guru maupun siswa serta orang tua. Saat ini masih banyak siswa yang belum mengerti
pembelejaran online khususnya bagi tingkat sekolah dasar yang masih harus
dibimbing. Dikarenakan sistem pembelajaran daring maka saat ini orang tua
menggantikan posisi guru yang mengajarinya di rumah. Butuh kesabaran untung
membimbingnya karena tidak terbiasa untuk mengjari pelajaran yang ada di
sekolah.
Selain
itu permasalahan juga terjadi dengan ketersediaan kuota untuk belajar secara
daring membutuhkan biaya yang lebih dari pada biasanya, bahkan bisa dua kali
lipat biaya kuota dari pemakaian sebelum terjadinya pembelajaran daring. Maka
dari itu orang tua harus menyiapkan biaya tambahan. Namun, masih banyak juga
orang tua tidak siap untuk menambahkan biaya untuk menyediakan kuota internet.
Hal inilah yang menjadi permasalahan terpenting bagi siswa karena mereka harus
bisa tetap belajar dengan kuota yang mereka miliki.
Tak
terlepas dari itu, koneksi jaringan internetpun dapat menjadi permasalahan
selama pembelajaran daring dimana masih banyak siswa yang tinggal di daerah
perdesaan, mereka harus mencari sinyal untuk dapat melakukan pembelajaran.
Adapun banyak pemberitaan dimedia sosial bahwa orang tua juga terjadi kesulitan
dalam mengajar anaknya di rumah, di mana terjadi dampak positif dan negatifnya
seperti halnya orang tua dapat menambah wawasannya sembari mengajari anaknya
dan juga terjadi orang tua yang memarahi anaknya bila anaknya susah diatur
sehingga orang tua menjadi keteteran dan ingin secepatnya bisa belajar efektif
di sekolah. kejadian ini banyak sekali terjadi dan menjadi pelajaran bagi orang
tua ternyata tidak mudah mendidik anak untuk belajar diperlukan wawasan dan
kesabaran.
Dari
permasalahan-permasalahan yang terjadi terdapat dampak positif dari
pembelajaran daring seperti pelajar bisa mengakses materi secara online
dimanapun dan kapanpun, serta dapat membaca materi sambil berdiskusi dengan
teman-teman via online. Adapun dampak negatif dari
pembelajaran daring ini, jadi kurang nya keseriusan dari setiap murid ataupun
mahasiswa yang belajar, misalkan seperti hadir saat absen saja, setelah itu
tidur kembali, kurang nya interaksi antara murid dan guru karena keterbatasan
yang terjadi.
Bahkan
hingga saat ini, kendala yang dialami dalam pembelajaran daring ini masih di
rasakan oleh sebagian penduduk yang berada di daerah pelosok/ kurang nya
pasokan internet, ataupun kurang memadai nya sarana seperti handphone atau
laptop untuk bisa menopang pembelajaran daring ini dengan maksimal, oleh karena
itu sebenernya pembelajaran via daring ini menjadi kurang efektif dan cenderung
tidak merata dari sabang sampai merauke.
Maka
dari itu selain kita semua berharap pandemi ini segera berakhir, kita juga
berharap agar pemerintah bisa secepatnya memenuhi keterbatasan dari segi
internet ataupun akomodasi yang di butuhkan para pelajar, agar mereka yang
mengalami dampak ini tidak semakin jauh tertinggal dalam pelajarannya.

0 Komentar