Oleh Dina Safira pada Selasa, 15 Maret 2022 pukul 15.10 WIB
Jakarta,
14 Maret 2020 – Model asal Indonesia, Nafa Salvana berhasil melakukan runway
pertamanya di Milan Fashion Week, Italia. Bermula dari makan malam bersama
rekan-rekan Himpunan Mahasiswa dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Bandung, di Warung Makan Pecel Lele yang berada dekat dengan kampus.
Bermula dari cuitan salah satu pengguna
twitter, @ainurohman tentang kisah random yang beliau baca pekan ini
berhasil membuat Nafa menjadi sorot perhatian, karena pencapaiannya sebagai
seseorang yang tidak memiliki dasar-dasar modeling bisa tampil di Milan Fashion
Week. Pekan busana ini rutin diadakan setiap 6 bulan sekali di Milan, Italia.
Nafa lahir di Lhokseumawe, Aceh, 3
Agustus 1999. Sebagai mahasiwa aktif di Universitas Komputer Indonesia, prodi
Desain Komunikasi Visual ini mengaku masih tidak percaya dengan pencapaiannya, “Jadi
pada saat itu, malam-malam ya aku lagi makan sama teman aku. Karena ada rapat
untuk acara bakti sosial dari Himpunan Mahasiswa. Kita memutuskan untuk makan
di tempat terdekat, yaitu Warung Makan Pecel Lele. Lalu ada sekitar tiga orang
yang melihat terus kearah aku, benar-benar dari atas sampai bawah,” tutur Nafa
ketika di wawancarai pada Senin, 14 Maret 2022 melalui platform Google Meeting.
“Mereka mengajak aku berbicara, dan langsung ditanya, ‘Hai kamu tingginya
berapa?’ lalu biodata aku mulai dari nama sampai tempat tinggal,” lanjutnya.
“Setelah aku jawab, akhirnya mereka
memperkenalkan diri. Dari Who Know Models,” Who Know Models merupakan agensi
modeling sejak tahun 2019 untuk mendorong talenta model muda untuk mencapai
potensi yang maksimal. Salah satunya adalah Raihan Fahrizal, seorang model pria
pertama Indonesia yang melenggang di runway Yves Saint Laurent. “Sekitar
bulan November, tapi aku baru mulai modeling bulan Desember. Sebelumnya aku
belum ada bekal apa-apa mengenai modeling,” Nafa kemudian menjelaskan
tahapan-tahapan yang ia lakukan sampai akhirnya dapat melenggang di runway
Milan Fashion Week.
Melewati beberapa casting, dengan banyaknya model dari seluruh dunia. Nafa awalnya merasa tidak yakin dan ragu, “Apa aku bisa ya bertahan disini? Gimana kalau akhirnya aku gagal dan malu-maluin,” ujarnya. Ia juga menjelaskan akomodasi transportasi dan tempat tinggal sepenuhnya ditanggung oleh agensi, “Kurang lebih aku udah dua bulan disini, dan nanti tanggal 16 Maret aku pulang ke Bandung.” jelas Nafa. Banyak pengalaman yang ia dapatkan dari Milan Fashion Week, salah satunya adalah bertemu dengan relasi baru dalam dunia modeling. “Gimana ya kak, aku belajar bagaimana caranya untuk menguatkan mental, menguatkan fisik juga karena menurutku ‘mental’ yang paling kena. Melihat banyak saingan yang gak hanya satu, dua orang, tapi sampai ribuan,”
Dalam bekal pengetahuan kurang lebih 5 bulan terhitung sejak bulan Desember, perempuan yang saat ini tengah berada di Milan, Italia, berhasil melenggangkan beberapa brand besar seperti Diesel, Capasa Milano, AC9, dan Sunnei di acara Milan Fashion Week dengan ciamik dan memukau.
Nafa memberikan pesan kepada
teman-teman, “Sebenarnya asalkan mau berusaha aja pasti ada jalan. Lalu
komponen paling penting itu adalah harus percaya diri, soalnya disini mereka
gak benar-benar make over kita para model sampai bikin pangling kayak
yang di Indonesia. Benar-benar bareface dan paling hanya ditutupi aja
bagian-bagian yang kurang, jadi harus percaya diri. Aku juga bingung kenapa
standar kecantikan di Indonesia harus putih, harus memiliki rambut lurus,
padahal disini semua model ada beragam dan mereka mendapatkan banyak show. Jadi
kalian juga pasti bisa,” tutupnya mengakhir sesi wawancara pada Senin, 14 Maret
2022.
0 Komentar