SERUAN AKSI NASIONAL GERUDUK ISTANA NEGARA OLEH ALIANSI BEM SELURUH INDONESIA (BEM SI) BERAKHIR DENGAN KEKECEWAAN

(Orasi Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta di depan Patung Arjuna Wijaya. Foto : Samunal Gozi Kepala Redaksi UKM Jurnalistik UBSI)

Oleh, Tri Amanda Zahra dan Dina Safira pada Selasa, 29 Maret 2022 pukul 12.00 WIB

Seruan Aksi Nasional yang diunggah pada akun resmi instagram @bem_si pada Minggu, 27 Maret 2022 menuai banyak respon positif dari mahasiswa seluruh Indonesia. Aksi Geruduk Istana Negara dimulai pukul 10.00 WIB di titik kumpul Kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jakarta, 28 Maret 2022.

 

Aksi nasional ini diikuti oleh beberapa BEM dari kampus lain yang berada di Jabodetabek, seperti, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Negeri Yoygyakarta, dan BEM lain yang ikut turut serta dalam aksi nasional.


BACA JUGA : Target Partisipan Tercapai, HIMAKU Sukses Menyelenggarakan WEBINAR bertajuk “Strategi Mengelola Perputaran Arus Kas Dimasa Pandemi”


Aksi berlangsung dengan kondusif, mahasiswa yang menjadi partisipan tertib dalam menjaga barisan. Dalam Seruan Aksi Nasional, BEM SI membawa 6 tuntutan yang akan diajukan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

 

Pertama, mendesak dan menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersikap tegas menolak, dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.

 

Kedua, menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditumbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi, dan kebencanaan.

 

Ketiga, mendesak dan menuntut Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permalasahan ketahanan pangan lainnya.

 

Keempat, mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja Menteri terkait.

 

Kelima, mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Indonesia

 

Keenam, mendesak dan menuntut Jokowi Maruf untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya

 

(Orasi Suara Rakyat yang disampaikan di depan patung Wijaya Arjuna. Foto : Samunal Gozi Kepala Redaksi UKM Jurnalistik UBSI) 

Hingga pukul 16.00 WIB, suasana mulai ricuh, Beberapa mahasiswa mencoba untuk menembus aparat kepolisian untuk menuju Istana Negara karena sejak pagi hanya tertahan di Patung Arjuna Wijaya. Polisi tetap menjaga barisan dan menghalangi mahasiswa, “Pemerintah sedang menyiapkan berbagai kebijakan mengenai hal-hal tersebut. Dan saya rasa sudah cukup ya untuk mendengarkan tuntutan dari mereka,” Ucap Tenaga Ahli KSP, Wendy Tutoroong.


(Aparat Kepolisian menjaga barisan dan menghalangi mahasiswa, Foto : Samunal Gozi Kepala Redaksi UKM Jurnalistik UBSI) 

Tenaga Ahli Kantor Staff Presiden, Wendy Tutoroong menemui BEM SI dan mendengarkan tuntutan-tuntuntan yang diberikan oleh mahasiswa. Beberapa mahasiswa yang menjadi partisipan juga mengungkapkan kekecewaan mereka karena Presiden Joko Widodo tidak dapat berdiskusi secara langsung mengenai tuntuntan yang diajukan. Mereka memberikan tenggat waktu dalam penyelesaian 6 tuntutan ini, karena seperti sebelumnya, sampai saat ini BEM SI belum mendapatkan kepastian mengenai tuntutan-tuntutan yang pernah diajukan. ”Soal tenggat waktu yang diminta, nanti akan kita bicarakan dan sampaikan lebih dulu kepada pimpinan,” jawab Wendy Tutoroong, Senin, 28 Maret 2022.

 

“Hari ini sebenarnya para mahasiswa menginginkan pak Jokowi atau perwakilan presiden yang menemui kita, tapi ternyata hanya Kantor Staff Presiden yang menemui. Kalau hanya dari staf, ibarat kita hanya diterima oleh resepsionis ya teman-teman,” tutur salah satu perwakilan mahasiswa yang mengungkapkan kekecewaannya dengan demo hari ini.

 

Kemudian, dengan besar hati BEM SI memberikan 6 tuntutan kepada perwakilan Kantor Staff Presiden dengan syarat untuk langsung disampaikan kepada pak Jokowi. Tentunya hal ini akan menjadi tanggung jawab besar kepada perwakilan karena harus menyampaikan aspirasi para mahasiswa. Demo ini ditutup dengan menyanyikan lagu Mars Mahasiswa yang diikuti dengan kekecewaan karena belum mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.


BACA JUGA : Rumah Pejagal Anjing digrebek, Kondisi Anjing ditangan Penjaggal di Blitar bikin Geram

Posting Komentar

0 Komentar