Seruan
Aksi Nasional yang diunggah pada akun resmi instagram @bem_si pada Minggu,
27 Maret 2022 menuai banyak respon positif dari mahasiswa seluruh Indonesia.
Aksi Geruduk Istana Negara dimulai pukul 10.00 WIB di titik kumpul Kawasan
Patung Arjuna Wijaya, Jakarta, 28 Maret 2022.
Aksi nasional ini diikuti oleh beberapa BEM dari kampus lain yang berada di Jabodetabek, seperti, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Negeri Yoygyakarta, dan BEM lain yang ikut turut serta dalam aksi nasional.
Aksi
berlangsung dengan kondusif, mahasiswa yang menjadi partisipan tertib dalam
menjaga barisan. Dalam Seruan Aksi Nasional, BEM SI membawa 6 tuntutan yang
akan diajukan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Pertama,
mendesak dan menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersikap tegas
menolak, dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau
masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.
Kedua,
menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk
dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditumbulkan dari aspek lingkungan,
hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi, dan kebencanaan.
Ketiga,
mendesak dan menuntut Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan
bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permalasahan ketahanan pangan
lainnya.
Keempat,
mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan
mengevaluasi kinerja Menteri terkait.
Kelima,
mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi
di Indonesia
Keenam, mendesak dan menuntut Jokowi Maruf untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya
(Orasi Suara Rakyat yang disampaikan di depan patung Wijaya Arjuna. Foto : Samunal Gozi Kepala Redaksi UKM Jurnalistik UBSI)
Hingga
pukul 16.00 WIB, suasana mulai ricuh, Beberapa mahasiswa mencoba untuk menembus
aparat kepolisian untuk menuju Istana Negara karena sejak pagi hanya tertahan
di Patung Arjuna Wijaya. Polisi tetap menjaga barisan dan menghalangi
mahasiswa, “Pemerintah sedang menyiapkan berbagai kebijakan mengenai hal-hal
tersebut. Dan saya rasa sudah cukup ya untuk mendengarkan tuntutan dari
mereka,” Ucap Tenaga Ahli KSP, Wendy Tutoroong.
Tenaga
Ahli Kantor Staff Presiden, Wendy Tutoroong menemui BEM SI dan mendengarkan
tuntutan-tuntuntan yang diberikan oleh mahasiswa. Beberapa mahasiswa yang
menjadi partisipan juga mengungkapkan kekecewaan mereka karena Presiden Joko
Widodo tidak dapat berdiskusi secara langsung mengenai tuntuntan yang diajukan.
Mereka memberikan tenggat waktu dalam penyelesaian 6 tuntutan ini, karena
seperti sebelumnya, sampai saat ini BEM SI belum mendapatkan kepastian mengenai
tuntutan-tuntutan yang pernah diajukan. ”Soal tenggat waktu yang diminta, nanti
akan kita bicarakan dan sampaikan lebih dulu kepada pimpinan,” jawab Wendy
Tutoroong, Senin, 28 Maret 2022.
“Hari ini
sebenarnya para mahasiswa menginginkan pak Jokowi atau perwakilan presiden yang
menemui kita, tapi ternyata hanya Kantor Staff Presiden yang menemui. Kalau
hanya dari staf, ibarat kita hanya diterima oleh resepsionis ya teman-teman,” tutur
salah satu perwakilan mahasiswa yang mengungkapkan kekecewaannya dengan demo
hari ini.
Kemudian,
dengan besar hati BEM SI memberikan 6 tuntutan kepada perwakilan Kantor Staff
Presiden dengan syarat untuk langsung disampaikan kepada pak Jokowi. Tentunya
hal ini akan menjadi tanggung jawab besar kepada perwakilan karena harus
menyampaikan aspirasi para mahasiswa. Demo ini ditutup dengan menyanyikan lagu
Mars Mahasiswa yang diikuti dengan kekecewaan karena belum mendapatkan
kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Presiden Republik Indonesia, Joko
Widodo.
BACA JUGA : Rumah Pejagal Anjing digrebek, Kondisi Anjing ditangan Penjaggal di Blitar bikin Geram
0 Komentar