Ditulis oleh: Ashylla Humaira
Sumber gambar: MetroTV News
Jakarta, 4 Mei 2023 - Kasus penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia di Jakarta Pusat
yang didalangi oleh Mustopa NR masih diselidiki pihak kepolisian. Kabid Humas Polda
Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko pada hari Kamis (4/5/2023) mengatakan
kepada wartawan bahwa saat ini ada 19 orang saksi yang diperiksa oleh penyidik.
Trunoyudo mengatakan delapan di antaranya adalah pegawai MUI dan empat orang lainnya
adalah keluarga pelaku. Tujuh saksi lainnya juga diperiksa. Tujuh saksi tersebut disebut
berkaitan dengan kasus tahun 2016 yang terjadi di Lampung dimana Mustopa pernah
dipidana setelah merusak kantor DPRD Provinsi Lampung.
Mengenai dugaan awal motif penembakan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro
Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkap pelaku melakukan penembakan karena ingin
diakui sebagai wakil nabi. Ia juga mengatakan para penyidik juga berkoordinasi dengan
Polda Lampung untuk melihat latar belakang pelaku.
Dari bukti yang ada, yaitu surat-surat ancaman, tertulis 73 golongan Islam. Selain itu, ada
tulisan yang berbunyi satu golongan yang diakui, yaitu si pelaku sebagai wakil Tuhan.
Hengki menjelaskan dari surat tersebut, pelaku sudah berniat jahat dari tahun 2018 dan jika
tidak diakui, maka si pelaku akan melakukan tindakan kekerasan terhadap pejabat negeri dan MUI

0 Komentar