Ditulis oleh: Nur Badarul Nashiroh
Sumber gambar: Kumparan.com
Gunungkidul, 4 Juli 2023 – Penyakit menular Antraks kembali terjadi di wilayah Gunungkidul, DI Yogyakarta. Wabah yang berasal dari hewan ternak ini telah merenggut nyawa tiga warga Dusun Jati, Candirejo, pada 4 Juni 2023 lalu. Selain itu, Kabit Pencegahan dan Pengambilan Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco menyampaikan pada Rabu, 5 Juli 2023, sebanyak 143 warga menjalani tes dan 87 warga terkonfirmasi positif antraks berdasarkan hasil tes serologi.
Antraks sendiri merupakan jenis penyakit infeksi bakteri Bacillus anthracis dari hewan ternak yang sangat mudah menular ke manusia. Penularan ini dapat terjadi apabila menyetuh atau mengkonsumsi hewan yang terserang penyakit antraks.
Dalam kasus yang terjadi di Gunungkidul, penularan antraks kembali terjadi dikarenakan warga menggali hewan ternak sapi yang sudah mati dikubur lalu mengkonsumsinya bersama. Berdasarkan hasil pemeriksaan Balai Besar Veterinari (BBVet) Wates, terdapat 12 ekor hewan ternak warga Dusun Jati yang terpapar antraks, diantaranya berupa enam sapi dan enam kambing.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti Wulandari menyebutkan, dari enam sapi tersebut terdapat tiga ekor sapi terpapar penyakit antraks yang kemudian dikonsumsi oleh warga. “Sapi sakit mati, kemudian sudah dikubur melalui SOP. Tapi, sama masyarakat ada satu yang digali lagi dan dikonsumsi.” Paparnya pada Rabu, 5 Juli 2023.
Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto menyampaikan, berdasarkan hasil rapat koordinasi pada rabu (5/7) untuk mencegah penularan antraks, warga diminta untuk tidak mengkonsumsi hewan ternak yang sakit atau mati. Selain itu, hewan ternak dari Dusun Jati untuk sementara waktu tidak boleh keluar dari dusun tersebut untuk mencegah terjadinya penularan ke wilayah lain.
Wabah penyakit antraks di Gunungkidul bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada akhir Desember 2019, antraks merebak di Dusun Ngrejek Wetan, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong. Sebanyak 27 orang positif penyakit antraks. Kasus ini juga disebabkan oleh hal serupa, yakni warga mengkonsumsi hewan ternak yang terpapar antraks.

0 Komentar