Keluhan Mahasiswa UBSI Ciputat Soal Akses Tangga yang Dibatasi

Dokumentasi : Istimewa 

Penulis: Rahmat Khairurizqi

Reporter : Tania Tirta Aprilia

Tangerang, 22 Desember 2023 – Sarana dan prasarana di lingkungan kampus Universitas Bina Sarana Informatika mestinya dapat digunakan oleh seluruh civitas akademik UBSI. Hal ini tercantum di dalam pedoman akademik Universitas Bina Sarana Informatika halaman 80-86 tahun 2018, mengenai sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan perkuliahan dan kegiatan kemahasiswaan. Namun dalam realitanya masih terdapat ketidaksesuaian dengan pedoman akademik Universitas Bina Sarana Informatika.

Ayu yang bukan nama aslinya, merupakan salah satu mahasiswa di kampus UBSI Ciputat. Ia mengeluhkan rasa ketidaknyamanannya karena akses menuju ruang kelas di lantai atas dibatasi untuk melewati tangga utama. Hal ini dikarenakan untuk memisahkan antara akses mahasiswa menuju ruang kelas dengan ruang dosen yang bersebelahan dengan ruang administrasi. Alhasil, Ayu harus menggunakan tangga yang berada di belakang untuk menuju ruang kelas.

Pihak administrasi kampus UBSI Ciputat mengatakan bahwa kebijakan membatasi mahasiswa UBSI Ciputat untuk mengakses tangga utama menuju ruang kelas sudah diterapkan sejak tahun 2019, yang merupakan kebijakan bersama (sudah disetujui oleh kepala kampus). Kemudian kebijakan membatasi akses melewati tangga utama juga beralasan agar saling menghargai keberadaan dosen dan staff kampus. Karena jika mahasiswa melewati akses tangga utama akan menimbulkan kebisingan, debu, dan hal lainnya yang dianggap mengganggu kenyamanan. 

Tangga Utama UBSI Ciputat

Tangga Belakang UBSI Ciputat

Foto : Istimewa Foto : Istimewa

Namun para mahasiswa dapat diperbolehkan mengakses tangga utama jika dalam keadaan darurat saja. Seperti hujan dan ada kebutuhan dengan administrasi kampus, dengan catatan mahasiswa tidak berisik dan sopan. Lantaran tangga belakang menggunakan material besi dan dikhawatirkan licin ketika hujan turun.

Selanjutnya pihak administrasi UBSI Ciputat mengatakan, bahwa inti dari masalah tersebut adalah tata letak gedung yang buruk. Dikarenakan gedung kampus UBSI Ciputat tersebut tidak dibangun dari awal, melainkan dibeli sudah berbentuk gedung siap pakai. Sedangkan gedung kampus UBSI cabang lainnya dibangun dari awal dan sudah tersetting. Sehingga akses ruang administrasi tidak dapat dilalui oleh mahasiswa untuk menjaga kenyamanan karena bersifat ruang pelayanan, pendaftaran, dan konsultasi.

Reporter UKM Jurnalistik UBSI telah menghubungi kepala kampus UBSI Ciputat, Bapak Mulyadi M. Ikom, via chat Whatsapp. Untuk mengkonfirmasi perihal kebijakan pembatasan mahasiswa UBSI Ciputat mengakses tangga utama menuju ruang kelas. Beliau mengatakan perihal tangga di depan maupun di belakang bisa digunakan keduanya. Namun tangga yang di dalam dari lantai 1 maupun lantai 2 aksesnya hanya untuk dosen dan karyawan dari lantai 1 ke lantai 2 ruang dosen, karena ruangan dosen dan technical support ada di lantai 2.

“Mahasiswa silahkan saja jika ingin menggunakan tangga, baik di dalam maupun diluar, namun jika di dalam silakan bisa digunakan mulai dari lantai 2 sampai dengan lantai 4. Kecuali jika ada keperluan administrasi maka dipersilakan, ungkap Mulyadi.

“Perihal tangga diluar bukan tangga darurat, karena tidak ada pemfungsian tangga dibagian belakang untuk darurat. Sederhananya adalah, apakah bisa jika kita menuju lantai 5 dengan menggunakan tangga yang ada di bagian dalam tentu tidak bisa. Maka harus menggunakan tangga bagian luar, jadi fungsi tangga di bagian luar bukan untuk tangga darurat hanya memang bahan pembuatan tangganya saja dari material besi, sambungnya.

Hingga naskah ini tayang, reporter UKM Jurnalistik UBSI belum menerima jawaban perihal kebijakan yang dibuat tersebut apakah sudah disepakati secara bersama-sama dengan mahasiswa UBSI Ciputat oleh kepala kampus UBSI Ciputat.

Posting Komentar

0 Komentar