Sumber gambar: new sky.com
Ditulis oleh: Novia Debe Aprillia
Ditulis oleh: Novia Debe Aprillia
Jakarta, 24 Desember 2023 – Konflik di Gaza masih terus berlanjut, Israel tidak ada hentinya menyerang Gaza hingga luluh lantak. Puluhan ribu nyawa telah melayang akibat genosida yang dilakukan Israel kepada Palestina. Kekejaman yang dilakukan Israel pun tak hanya menyerang orang dewasa, namun juga anak-anak. Kejamnya serangan yang dilakukan Israel di Gaza inilah yang menjadikan serangan ini termasuk paling mematikan dalam sejarah.
Menurut para ahli, serangan militer Israel di jalur Gaza termasuk yang paling mematikan serta merusak sepanjang sejarah kontemporer. Serangan tersebut telah menyebabkan lebih banyak kerusakan dalam waktu kurang dari dua bulan, bahkan serangan di Gaza setara dengan pengeboman sekutu terhadap Jerman pada Perang Dunia II. Dalam konflik ini, militer Israel tidak menunjukan jenis bom dan artileri apa yang digunakan di Gaza, menurut AP News pada Jumat (22/12/2023). Namun, berdasarkan banyaknya pecahan ledakan yang ditemukan di lokasi dan analisis rekaman serangan, para ahli percaya bahwa sebagian besar bom yang dijatuhkan di wilayah kantong yang terkepung itu berasal dari Amerika Serikat.
Komunitas Internasional menuntut gencatan senjata karena lebih dari 20.000 orang telah tewas di Gaza. Namun, Israel berkomitmen untuk terus bergerak maju dengan mengatakan ingin menghancurkan organisasi Hamas. Hal ini terjadi sebagai akibat dari serangan lintas batas yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menyandera 240 warga Israel. Pemerintahan Joe Biden terus mengirimkan pasokan senjata ke Israel. Tetapi, pekan lalu Presiden Amerika Serikat Joe Biden secara terbuka mengakui bahwa Israel kehilangan legitimasi internasional atas apa yang dia sebut sebagai pengeboman tanpa pandang bulu.
Menurut para ahli, serangan militer Israel di jalur Gaza termasuk yang paling mematikan serta merusak sepanjang sejarah kontemporer. Serangan tersebut telah menyebabkan lebih banyak kerusakan dalam waktu kurang dari dua bulan, bahkan serangan di Gaza setara dengan pengeboman sekutu terhadap Jerman pada Perang Dunia II. Dalam konflik ini, militer Israel tidak menunjukan jenis bom dan artileri apa yang digunakan di Gaza, menurut AP News pada Jumat (22/12/2023). Namun, berdasarkan banyaknya pecahan ledakan yang ditemukan di lokasi dan analisis rekaman serangan, para ahli percaya bahwa sebagian besar bom yang dijatuhkan di wilayah kantong yang terkepung itu berasal dari Amerika Serikat.
Komunitas Internasional menuntut gencatan senjata karena lebih dari 20.000 orang telah tewas di Gaza. Namun, Israel berkomitmen untuk terus bergerak maju dengan mengatakan ingin menghancurkan organisasi Hamas. Hal ini terjadi sebagai akibat dari serangan lintas batas yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menyandera 240 warga Israel. Pemerintahan Joe Biden terus mengirimkan pasokan senjata ke Israel. Tetapi, pekan lalu Presiden Amerika Serikat Joe Biden secara terbuka mengakui bahwa Israel kehilangan legitimasi internasional atas apa yang dia sebut sebagai pengeboman tanpa pandang bulu.
0 Komentar