Sumber
gambar: Republika.co.id
Ditulis
oleh: Novi Ramadona Fitriyani
Jakarta, 12 Maret 2024 - Sebuah tragedi yang mengguncang warga Jakarta Utara terjadi pada Sabtu (9/3/2024). Satu keluarga yang terdiri dari empat orang melompat dari lantai 22 apartemen Teluk Intan Tower Topas, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka adalah suami EA (51 tahun), istri AEL (50 tahun), serta kedua anak mereka, JIL (15 tahun), dan JWA (13 tahun). Salah satu motif sementara yang terlihat jelas adalah faktor ekonomi dan kesepakatan mereka bersama.
Berdasarkan
rekaman CCTV apartemen, terlihat satu keluarga datang ke apartemen menggunakan
mobil sekitar 16.02 WIB, Sabtu (9/3/2024). “Lalu kemudian pada pukul 16.05 WIB
mereka keluar dari lift di tangga 21, berdasarkan pantauan rekaman CCTV, dan
naik ke tangga darurat untuk naik ke Rooftop
apartemen,” ujar Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya, Minggu
(10/3/2024). Agus Ady Wijaya mengatakan pada pukul 16.13 WIB, pada Sabtu
(9/3/2024), keempatnya jatuh bersamaan dari lantai 22.
Dr.
Sandersan Onie, salah satu peneliti tentang bunuh diri, mengatakan bahwa
masyarakat Indonesia seharusnya lebih memperhatikan tanda-tanda bunuh diri
dalam diri seseorang atau sekelompok orang. Dengan penuh perhatian pada
orang-orang di sekitar kita, kita perlu mementingkan kesehatan mental dan
membangun masyarakat yang memberikan dukungan penuh terhadap kondisi kesehatan
mental. Keluarga yang melompat dari lantai 22 apartemen Teluk Intan Tower
Topas, Penjaringan, Jakarta Utara mungkin menjadi pengingat bagi kita untuk
lebih memperhatikan kesehatan mental. Setiap individu perlu merasa didengarkan
dan dipedulikan sehingga mereka tahu bahkan di keadaan apa pun, seseorang
selalu berada di sisi mereka. Jangan lagi mengabaikan keadaan orang lain, mari
kita membantu satu sama lain.
Sampai
saat artikel ini ditulis, polisi masih terus memeriksa motif di balik aksi
bunuh diri yang melibatkan satu keluarga ini.

0 Komentar