Ditulis Oleh: Rahmania Khoirotunnisa
Sumber Gambar: Kompas Money
Depok, 7 Mei 2024 - Dalam rangka mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas program makan siang gratis gagasan presiden terpilih Prabowo Subianto tengah dilaksanakan pengujian oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Berdasarkan ungkapan Suharso Monoarfa selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, beberapa aspek pengujian meliputi target penerima hingga standar gizi yang akan diberikan serta memprioritaskan penggunaan bahan pangan lokal menjadi poin penting guna membantu pemberdayaan ekonomi daerah.
"Pertama, siapa targetnya, siapa yang paling pantas dapat itu, kemudian frekuensinya seminggu sekali dua kali? Kemudian standar gizi berapa kalori yang diberikan apakah 40 persen? 50 persen? Kemudian pangan nya harus yang ada di lokal, jangan sampai beli tempe dari tempat lain, beli tahu dari tempat lain, beli ikan dari tempat lain, tetapi di tempat itu sendiri supaya bisa menumbuhkembangkan daerah," ungkap Suharso Monoarfa (7/52024).
Selain itu, Suharso juga pertimbangkan pengorganisasian pelaksanaan program makan siang gratis yang mana penentuan lembaga atau entitas yang bertanggung jawab jadi satu hal yang penting. Pelaksanaannya pun tidak dapat dilakukan dengan terpusat walaupun programnya menjadi sorotan.
"Kemudian terkait pengorganisasian pelaksanaan, kita punya pengalaman terkait BOS (bantuan operasional sekolah), kita akan timbang itu, karena tidak bisa kita sentralisir," tambahnya.
0 Komentar