Sumber gambar: Indira Arnanda
Ditulis oleh: Nur Badarul Nashiroh
Depok, 4 Mei 2024 – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (2/5) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyelenggarakan perayaan Hardiknas di Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan pada Jumat (3/5/2024) dengan mengusung tema “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar.”
Perayaan hardiknas ini dihadiri sebanyak 9.000 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan dan jenjang, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen, komunitas pegiat, hingga para stakeholder di bidang pendidikan. Turut hadir juga dalam perayaan tersebut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, dan jajaran kementerian lainnya.
Acara berlangsung pada sore hari mulai pukul 15.00-17.00 WIB yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan dilanjutkan dengan susunan acara lain di antaranya laporan pertanggungjawaban dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Ristek, Ir. Suharti, hingga pidato Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim. Acara ini dipandu oleh MC Ananda Omesh, dan Hesti Purwadinata, serta dimeriahkan oleh beberapa deretan artis ternama yang terdiri dari Tulus, Maudy Ayunda, Putri Ariani, Vidi Aldiano, hingga King Nassar, dan artis besar lainnya.
Dalam laporannya, Sekjen Kemendikbud Ristek Ir. Suharti menyampaikan, “Mari kita jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk terus meneroboskan tekad kita dalam mewujudkan visi pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing global, serta memperkuat komitmen kita untuk kemajuan pendidikan dan kebudayaan melalui Gerakan Merdeka Belajar. Bersama-sama mari kita lanjutkan perjuangan untuk membentuk masa depan yang cerah bagi generasi penerus bangsa.”
Selain itu, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim juga menyampaikan dalam pidatonya bahwa perayaan Hardiknas kali ini bertepatan dengan perjalanan 5 tahun dari Gerakan Merdeka Belajar, dan perjalanan ini berangkat dari keinginan untuk mengembalikan pendidikan Indonesia kepada marwahnya yang merupakan misi utamanya dari awal. “Kepada pemikiran-pemikiran yang telah diwariskan oleh bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, kemerdekaan menjadi gagasan utama yang terus beliau tekankan. Murid dan guru harus sama-sama merdeka dalam proses belajar mengajar, karena untuk mewujudkan bangsa yang mereka, Indonesia perlu jiwa-jiwa yang merdeka.”
“Perjalanan menuju kemerdekaan membutuhkan perjuangan, dan perjuangan itu tidak mudah. Saya paham bahwa di tahun-tahun awal Merdeka Belajar terjadi banyak kebingungan, banyak ketakutan akan perubahan. Tapi tahun ke tahun perubahan itu mulai terasa di semua daerah di Indonesia. Kurikulum Merdeka saat ini sudah diimplementasikan secara sukarela oleh lebih dari 300 ribu Satuan Pendidikan di Indonesia.” sambungnya.

0 Komentar