Ini Alasan Biaya Makan Siang Gratis Prabowo Berbeda di Setiap Daerah

 

Sumber Gambar: KumparanBisnis

Ditulis Oleh: Novi Ramadona Fitriyani 

 

Jakarta, 21/07/2024 - Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, baru-baru ini menegaskan bahwa pihaknya belum menentukan biaya untuk program makan bergizi gratis yang mereka rencanakan. Dalam pernyataannya, dia membantah kabar yang beredar mengenai biaya makan bergizi gratis sebesar Rp7.500 per porsi yang tidak benar. Menurutnya, harga makanan bergizi gratis per porsinya akan tergantung pada jenis menu dan  bahan baku yang tersedia di daerah masing-masing. 

Dengan begitu, Hasan menilai bahwa menu makanan bergizi gratis tidak akan sama di semua daerah. Namun, dia menekankan bahwa makanan gratis tersebut tetap akan memenuhi standar kecukupan gizi. “Itu kan tergantung ketersediaan pangan di sana apa dan dengan pangan yang tersedia, kebutuhan gizi yang bisa kita racik per bulannya seperti apa. Jadi kira-kira itu jalan dan proses yang sedang kita kerjakan,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/7).  

Sebelumnya, pemerintah Jokowi dan pemerintahan baru Prabowo-Gibran telah menyepakati anggaran untuk program makan bergizi gratis mencapai Rp71 TRILIUN dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Namun, seperti yang disampaikan Hasan, anggaran tersebut akan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah dan tidak secara seragam menggunakan biaya Rp7.500 per porsi.  

Hal ini menunjukkan bahwa program makan bergizi gratis oleh Prabowo-Gibran perlu dipikirkan dengan matang terutama dalam menerapkan biaya pada masing-masing daerah. Seperti tujuan dari program nya yaitu memberikan akses makanan bergizi gratis untuk masyarakat adalah hal yang patut diapresiasi, tetapi pelaksanaan program ini perlu direncanakan dengan matang dari segi biaya maupun kesediaan bahan makanan di setiap daerah.

Posting Komentar

0 Komentar