Ditulis oleh: Dian Putri Maharani
Sumber gambar oleh: kompas.com
Jakarta, 1 September 2024 - Israel kembali menyerang Jalur Gaza pada
Sabtu (31/8/2024) yang menewaskan 48 warga Palestina. Serangan brutal itu
dilakukan oleh militer Zionis menjelang dimulainya program vaksinasi polio
terhadap anak-anak Gaza yang menderita akibat genosida oleh Israel.
Pada Juli 2024, Kementerian Kesehatan Gaza menetapkan wilayah Jalur
Gaza, Palestina sebagai daerah epidemi polio setelah terkonfirmasinya kasus
pertama yaitu seorang bayi lumpuh akibat virus polio tipe 2, dalam 25 tahun
terakhir di Kota Deir Al Balah, Gaza tengah.
Polio merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dan dapat
menyebabkan kelumpuhan permanen, serta rentan menyerang anak-anak di bawah usia
lima tahun. Dari setiap 200 kasus infeksi, satu di antaranya dapat mengalami
kelumpuhan yang tidak dapat disembuhkan, dan antara 5-10 persen dari mereka
yang lumpuh akhirnya meninggal dunia akibat kegagalan fungsi otot pernapasan.
Dilansir Reuters, mengandalkan jeda pertempuran Israel dan
militan Hamas selama delapan jam setiap hari, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
akan merencanakan kampanye memberikan vaksinasi polio sekitar 640.000 anak di
bawah usia 10 tahun di wilayah tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyetujui penyediaan 1,6 juta
dosis vaksin polio, sementara UNICEF dan United Nations Relief and Work Agency
for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) mempersiapkan pengiriman vaksin
serta peralatan rantai dingin yang diperlukan untuk penyimpanan vaksin. Pejabat
WHO juga mengatakan sedikitnya 90 persen anak-anak perlu divaksinasi dua kali
dengan jarak empat minggu antar dosis agar kampanye ini berhasil.
Namun, pada Sabtu (31/8/2034) saat lebih dari 2.000 pekerja medis dan
masyarakat bersiap untuk memulai kampanye, petugas medis di Nuseirat, salah
satu dari delapan kamp pengungsi bersejarah di Jalur Gaza, mengatakan serangan
Israel yang terpisah menewaskan sedikitnya 19 orang, termasuk sembilan anggota
keluarga yang sama serta lebih dari 30 orang lainnya tewas dalam serangkaian
serangan di wilayah lain di Gaza.
Sumber militan dan warga mengatakan pejuang dari Jihad Islam, Hamas, dan
kelompok lain bertempur melawan pasukan Israel di lingkungan Zeitoun di Gaza
utara, tempat tank-tank telah beroperasi selama berhari-hari, dan di Rafah,
dekat perbatasan dengan Mesir.
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka terus
beroperasi di Jalur Gaza tengah dan selatan. Dikatakan bahwa pasukan membunuh
militan dan membongkar infrastruktur militer di Kota Gaza, sementara mereka
menemukan senjata dan membunuh orang-orang bersenjata di Tel Al-Sultan di Rafah
barat.
Di Jalur Gaza Selatan, Khan Younis, banyak keluarga kembali ke daerah
mereka setelah tentara Israel mengakhiri serangan selama 22 hari yang katanya
bertujuan untuk mencegah Hamas berkumpul kembali. Hal ini diperlihatkan dari
rekaman area yang luas diratakan, dan bangunan serta infrastruktur hancur.
Yousef Abu Al-Reesh sebagai Wakil Menteri Kesehatan Gaza mengatakan
bahwa tim vaksinasi akan mencoba menjangkau sebanyak mungkin wilayah Gaza untuk
memastikan cakupan vaksinasi polio lebih luas. Akan tetapi, menurutnya hanya
gencatan senjata komprehensif yang dapat menjamin vaksinasi anak-anak Gaza.
"Jika masyarakat internasional benar-benar menginginkan kampanye
ini berhasil, mereka harus menyerukan gencatan senjata, mengetahui bahwa virus
ini tidak akan berhenti, dan dapat menyebar ke mana saja," katanya kepada
wartawan di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza seperti dilansir dari
Reuters, Minggu (1/9/2024).
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Keselamatan dan Keamanan, Gilles
Michaud juga menyerukan semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk mematuhi
hukum humaniter internasional dan menghormati komitmen mereka untuk melindungi
keselamatan dan keamanan personel serta fasilitas PBB.
PBB dan mitra-mitranya kini menyerukan masyarakat internasional untuk
menekan Israel agar mengizinkan masuknya vaksin polio dan penyelenggaraan
vaksinasi yang aman di Gaza.
Dengan tantangan yang semakin besar dan ancaman yang semakin nyata, komunitas internasional dituntut untuk mengambil tindakan cepat guna memastikan anak-anak di Gaza terlindungi dari wabah polio yang dapat merenggut nyawa mereka.
0 Komentar