Sekjen DPR: Rapat Maraton RUU TNI di Hotel Fairmont Demi Efisiensi dan Kenyamanan

 


Ditulis Oleh: Khairunnisa Zabrina Salsabila 

Sumber Gambar: Kumparan.com 

Jakarta, 18 Maret 2025 – Panitia kerja atau Panja bersama pemerintah revisi UU TNI dari komisi I DPR RI menggelar rapat tertutup di Hotel Fairmont, salah satu hotel mewah bintang 5 di Jakarta Pusat. Rapat yang dilakukan secara tertutup ini membahas daftar inventarisasi masalah (DIM) dari revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 mengenai Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilakukan selama dua hari, pada 14-15 Maret 2025.

Rapat ini berlangsung sejak Jumat siang pukul 13.30 hingga pukul 22.00 WIB. Kemudian berlanjut pada Sabtu mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini membenarkan informasi tersebut. 

“Baru saja selesai dan akan dilanjutkan besok pagi”, kata Amelia saat dihubungi Tempo pada Jumat, 14 Maret 2025 pukul 22.15.

Menanggapi hal tersebut, Indra Iskandar selaku Sekretariat Jenderal DPR RI mengatakan pembahasan proses legislasi UU dianggap memiliki urgensitas tinggi yang memungkinkan untuk diadakan di luar Kompleks Parlemen Senayan, Indra juga mengatakan Hotel Fairmont dipilih karena memiliki kerja sama dengan DPR sehingga mendapat potongan harga.

“Karena rapat-rapat ini sifatnya maraton bisa jadi selesai bukan malam, tapi dini hari, gitu ya. Jadi butuh waktu istirahat dan paginya harus mulai lagi gitu ya, jadi memang harus dicari tempat-tempat yang memungkinkan untuk waktu untuk beristirahat juga gitu ya,” ucap Indra Iskandar.

Indra menambahkan, meski di tengah efisiensi, rapat bisa digelar di hotel tersebut karena DPR masih memiliki dana cadangan. Penelusuran Kumparan di website hotel tersebut, harga satu kamar di Hotel Fairmont Jakarta berkisar antara Rp 2,6 juta hingga Rp 4,6 juta. Menurut Indra, DPR juga kena efisiensi 50%, Namun RUU strategis segala macam mereka masih mempunyai anggaran 50% lagi, karena RUU ini juga bagian dari target legislasi DPR.

Indra juga mengatakan hanya Hotel Fairmont yang available, dari 5-6 Hotel lainnya. Hotel Fairmont mempunyai kerja sama yaitu Government Rate yang harganya menjangkau dengan SBM, dan sudah sesuai aturan.

Pernyataan Indra Iskandar membuat geram para masyarakat, dan menuai kontroversi. Beberapa ulasan yang ditulis oleh warganet ditujukan kepada pihak hotel antara lain sebagai berikut: 

“Ini untuk pengkhianatan terhadap warga negara, untuk melindungi kejahatan yang disebut DPR.” 

“Hotelnya dipake buat melanggar pemerintah efisiensi anggaran pemerintah.” 

“Penyedia fasilitas DPR untuk sembunyi bahas RUU.”

Hotel Fairmont mendapatkan rating rendah oleh beberapa masyarakat di Google reviews. Menghadapi kecaman masyarakat menganggap DPR RI rapat diam-diam dan melanggar kebijakan efisiensi pemerintah dengan rapat di hotel mewah, ketua Komisi I DPR Utut Adianto menyindir balik para pengkritik.

“Ya kalau itu pendapatmu. Kalau dari dulu coba kamu cek UU Kejaksaan di Hotel Sheraton, UU Perlindungan Data Pribadi di Intercon, kok nggak kamu kritik?” ujar Utut di Hotel Fairmont, Sabtu (15/03/2025).

Pihak hotel juga dilaporkan telah mengajukan pengaduan ke Polda Metro Jaya terkait demonstrasi pada saat rapat berlangsung. Kontroversi tidak berhenti di situ, beberapa warganet menduga bahwa Hotel Fairmont Jakarta menghapus ulasan buruk yang muncul di Google Maps.

Akun seorang netizen mengunggah tangkapan layar yang menunjukan ulasan bintang satu dihilangkan satu persatu. Akun lain juga mengungkapkan bahwa peringkat Hotel Fairmont di Google Maps mengalami penurunan drastis dalam waktu singkat. 

Posting Komentar

0 Komentar