Upacara Pemakaman Paus Fransiskus: Tokoh Dunia Berkumpul, Jokowi Hadir Mewakili Indonesia

Ditulis Oleh: Khairunnisa Zabrina Salsabila

Sumber Gambar: CNNIndonesia.com

 

Jakarta, 29 April 2025 – Selama lebih dari satu dekade dalam kepausannya, Paus Fransiskus tetap menjadi sosok yang dikagumi dan kontroversial. Ia berusaha untuk mereformasi birokrasi Vatikan, mengatasi korupsi, dan mengatasi beberapa tantangan gereja yang paling mendesak. Baru-baru ini terdengar kabar bahwa Paus Fransiskus meninggal dunia pada usia 88 tahun setelah menderita sakit yang berkepanjangan, Vatikan mengumumkan berita duka in pada hari Senin, 21 April 2025. Pemakaman Paus Fransiskus dilaksanakan pada Sabtu, 26 April 2025 tepat pukul 10.00 waktu setempat atau 15.00 WIB di Lapangan Santo Petrus Vatikan dan dihadiri oleh ribuan umat serta sejumlah tokoh penting dunia.  

Meninggalnya Paus Fransiskus menuai belasungkawa dan doa dari para pemimpin dunia, di antara para tamu kehormatan yang hadir lebih dari 150 negara adalah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang beberapa kali berselisih pendapat dengan Paus Fransiskus selama masa kepemimpinannya, terutama terkait isu imigrasi. Tak hanya itu, Mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus, ia hadir atas penugasan resmi dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewakili Indonesia. Jokowi duduk di barisan paling depan bersama para pemimpin negara lainnya. 

Kehadiran Jokowi sebagai utusan Indonesia merupakan hasil dari pertimbangan diplomatik, mengingat hubungan pribadi dan diplomasi yang telah terjalin. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra sekaligus ketua MPR Ahmad Muzani mengungkapkan alasan kenapa Presiden Prabowo Subianto mengutus Joko Widodo menghadiri pemakaman Paus Fransiskus.  

“Pak Jokowi adalah presiden ketika itu yang bertemu langsung ketika Paus Fransiskus berkunjung ke Jakarta, sehingga Pak Prabowo merasa tingkatnya adalah tingkat kepala negara ketika itu," ungkap Muzani, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (25/4/2025). 

Selain Jokowi, Prabowo juga mengutus Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Menteri HAM Natalius Pigai untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus. Tak hanya itu hadir pula presiden Amerika Serikat, Argentina, Prancis, Gabon, Jerman, Italia, Filipina, Polandia, dan Ukraina, serta perdana menteri Inggris dan Selandia Baru, bersama sejumlah anggota keluarga kerajaan Eropa. Pada proses misa suci di Basilika Santo Petrus, dalam siaran Vatikan, Jokowi tampak mengenakan jas hitam dan peci, duduk di samping Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.  

Upacara pemakaman berlangsung khidmat, dengan sejumlah pemimpin dunia menyampaikan belasungkawa serta penghormatan terakhir. Dalam momen tersebut, solidaritas lintas negara dan agama terasa begitu kuat, sebuah cerminan dari semangat Paus Fransiskus selama hidupnya. Dalam wasiat terakhirnya, Paus Fransiskus meminta dimakamkan secara sederhana, “di bumi, sederhana, tanpa dekorasi khusus” dengan inskripsi nama paus yang dipilihnya, ungkap Fransiskus.

Posting Komentar

0 Komentar