Ekonomi Melambat & Konsumsi Digital Naik, Kompas TV PHK Karyawan dan Hentikan 'Kompas Sport Pagi'


Ditulis oleh: Alvin Kurniawan

Sumber gambar: Viva.co.id

Jakarta, 7 Mei 2025 - Hari Buruh 1 Mei 2025 diwarnai kabar pilu dari industri media nasional. Kompas TV dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sebagai bagian dari langkah restrukturisasi besar-besaran.

Kompas TV resmi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sebagai bagian dari strategi rightsizing, yakni sebuah upaya memastikan sumber daya perusahaan dipergunakan secara tepat dan efektif. Pada bagian perusahaan atau lini bisnis yang difokuskan pertumbuhannya, dapat dilakukan penambahan sumber daya. Sedangkan pada bagian perusahaan atau lini bisnis yang kurang efektif, dapat dilakukan efisiensi.

Ratusan karyawan dari berbagai divisi seperti News, Teknik, Programming, hingga Sales dan Marketing terkena dampaknya. Kompas TV mengungkapkan bahwa keputusan ini dipicu oleh ekonomi nasional yang melambat dan tingginya inflasi, menyebabkan pendapatan iklan turun drastis. Manajemen Kompas TV juga menegaskan bahwa semua karyawan yang terdampak akan menerima hak penuh dan pesangon sesuai aturan hukum, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

Digitalisasi konten dan meningkatnya konsumsi media melalui platform daring seperti YouTube, TikTok, dan media sosial lainnya menyebabkan penurunan signifikan pada pemirsa televisi tradisional.

Keputusan layoff diambil sebagai langkah efisiensi dan restrukturisasi internal perusahaan. Kompas TV resmi menghentikan penayangan “Kompas Sport Pagi” pada Rabu, 30 April 2025, setelah hadir selama hampir 12 tahun di layar kaca.

“Tak terasa, inilah akhir perjalanan panjang Kompas Sport Pagi selama hampir 12 tahun menemani masyarakat,” ujar presenter Githa Nila Maharkesri mengatakan hal ini sambil tak kuasa menahan tangisnya, dan videonya pun menjadi viral, mengutip dari akun TikTok @INDOTVTrends, Rabu (07/05/2025).

Posting Komentar

0 Komentar