Tarif Transjakarta Akan Naik Setelah 20 Tahun Berjalan

 

Ditulis oleh: Dhaniel Faturahman

Sumber Gambar: CNN Indonesia


Bekasi, 28 Oktober 2025 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menaikkan tarif layanan Transjakarta setelah dua dekade tidak mengalami perubahan. Pemprov menyebut bahwa tarif Transjakarta yang saat ini sebesar Rp3.500 hanya mampu menutup sekitar 14 persen dari total biaya operasional. Sisanya masih ditanggung melalui subsidi yang nilainya terus meningkat setiap tahunnya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa terus-menerus menanggung seluruh beban subsidi bagi warga Ibu Kota dan wilayah penyangga. Menurutnya, langkah penyesuaian tarif perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.

“Tarif Rp3.500 yang berlaku saat ini sudah tidak realistis dengan kondisi operasional. Kami sedang mempertimbangkan untuk menaikkan tarif menjadi Rp5.000,” ujar Pramono Anung, dikutip dari Bisnis.com saat di temui di Blok M Jakarta Selatan pada Selasa (28/10/2025).

Pramono Anung juga menambahkan, kebijakan ini bukan semata-mata soal kenaikan harga, melainkan bagian dari rencana besar Pemprov DKI untuk membangun sistem transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan. Sebelum kenaikan tarif diberlakukan, pemerintah akan memperbaiki sejumlah fasilitas, termasuk mengganti armada lama dengan bus listrik, memperluas jaringan halte dan rute, serta meningkatkan sistem pembayaran digital agar lebih efisien dan mudah digunakan masyarakat.

Selain itu, Pemprov DKI juga menegaskan bahwa kebijakan layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat akan tetap berlaku. Golongan penerima manfaat ini mencakup pelajar, lansia, penyandang disabilitas, pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov DKI, hingga anggota TNI-Polri. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga prinsip keadilan sosial dan memastikan transportasi publik tetap bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Dari sisi pengguna, sebagian penumpang mengaku tidak mempermasalahkan rencana kenaikan tarif selama diikuti dengan peningkatan fasilitas dan pelayanan.



“Saya setuju jika tarif itu dimasukkan dari 3.500 menjadi 5.000, akan tetapi saya berharap adanya penambahan armada serta peningkatan kualitas dari transjakarta,” ujar Ardito selaku pengguna Transjakarta pada Senin (27/10/2025).

Meski demikian, Pemprov DKI belum menetapkan waktu pasti kapan tarif baru akan diberlakukan. Saat ini, pemerintah masih melakukan kajian menyeluruh bersama PT Transjakarta, DPRD DKI Jakarta, serta sejumlah ahli transportasi untuk memastikan kebijakan ini tidak membebani masyarakat secara berlebihan.

Rencana kenaikan tarif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperluas jaringan transportasi terintegrasi antara Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta. Dengan peningkatan konektivitas antar moda, diharapkan warga dapat berpindah transportasi dengan lebih mudah tanpa bergantung pada kendaraan pribadi. Langkah ini diharapkan dapat membantu menekan tingkat kemacetan dan polusi udara di Jakarta yang selama ini menjadi masalah utama perkotaan.

Sejak diluncurkan pada 2004, Transjakarta telah menjadi tulang punggung transportasi publik di Jakarta dengan rata-rata lebih dari satu juta penumpang per hari. Namun, biaya operasional yang tinggi, kebutuhan armada baru, serta perawatan infrastruktur membuat beban subsidi pemerintah terus meningkat. Karena itu, banyak pihak menilai kenaikan tarif merupakan langkah realistis untuk menjaga keberlanjutan layanan tanpa menurunkan kualitas.

Meski belum dipastikan kapan akan diberlakukan, kebijakan ini menjadi momen penting setelah 20 tahun Transjakarta beroperasi dengan tarif yang sama. Dengan rencana pembaruan armada listrik dan sistem layanan yang lebih ramah lingkungan, banyak pihak berharap langkah ini dapat membawa perubahan signifikan bagi wajah transportasi publik di Ibu Kota  menjadikannya lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan bagi warga Jakarta.

Posting Komentar

0 Komentar