Youth Empowerment Festival (YEF) 2025: Menginspirasi Generasi Muda Melalui Keberagaman dan Kolaborasi

 

Ditulis oleh: Muhammad Jidan

Sumber gambar: Arianto Supriadi


Jakarta, 2 November 2025 — Pada Minggu, 2 November 2025, Youth Empowerment Festival (YEF) 2025 resmi digelar di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman Lt.8, Jakarta Selatan. Acara tahunan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-7 Youth Ranger Indonesia ini berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.

Mengusung tema “Empowering Youth, Uniting Diversity,” YEF 2025 hadir kembali dengan lebih meriah, berwarna dibanding tahun-tahun sebelumnya. Festival ini menjadi tempat bagi para pemuda dari berbagai wilayah di Indonesia untuk berkumpul, berbagi pengalaman, serta memperkuat semangat kerja sama dan keberagaman.

Berbagai kegiatan menarik turut mewarnai rangkaian acara YEF 2025. Di antaranya, YRI Vocal yang menjadi ajang peresmian Jingle Youth Ranger Indonesia, Pesona Daerah yang menampilkan berbagai budaya dari seluruh Indonesia, serta Voice of Rangers x Mudah-mudahan, yang merupakan sebuah talkshow interaktif bersama para narasumber inspiratif dari berbagai bidang. Selain itu, digelar pula Fashion Show yang menampilkan sepuluh peserta dengan pakaian adat terbaik, serta pengumuman pemenang Video Challenge yang menampilkan karya kreatif dari para pemuda Indonesia.

Acara ini menghadirkan berbagai pembicara inspiratif dari beragam bidang, mulai dari jurnalis, pebisnis, penyanyi, hingga praktisi komunikasi publik. Salah satu narasumber yang turut hadir adalah Fahmi Fotaleno, selaku Pemimpin Redaksi Media Indozone, yang membawakan materi seputar bonus demografi dan tantangan dunia kerja di era digital.

“Bonus demografi ini harusnya diimbangi dengan bagaimana industri itu siap. Banyak orang mencari kerja, tapi kalau industrinya tidak siap, sistemnya juga tidak akan jalan. Lihat saja Jerman, mereka tidak punya bonus demografi, tapi karena sistemnya sudah bagus, peluang kerja bisa terbuka lebar,” ucap Fahmi.

Fahmi Fotaleno juga menekankan pentingnya setiap individu untuk mengenali minat dan potensi diri sejak dini. Menurutnya, kunci utama dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern adalah fokus pada apa yang disukai dan terus mengembangkan kemampuan diri.

“Teman-teman itu lulusan muda kan, untuk mencari hal-hal yang memang relevan dengan selalu mulai dari apa yang dimau gitu, apa yang disenangi, apa yang disukai gitu, pada akhirnya itu akan membuka jalan juga gitu. Jadi pada akhirnya itu tergantung, kita nggak, jangan terlalu berharap sama entah itu pemerintah dan lain-lain, tapi lebih ke meningkatkan potensi diri aja gitu,” ujar Fahmi.

Selain membahas peluang kerja, Fahmi juga menilai bahwa acara seperti YEF 2025 memiliki manfaat besar bagi peserta. Ia menilai bahwa melalui beragam sesi inspiratif, peserta dapat memperoleh wawasan baru terkait pengembangan karier, soft skills, hingga cara menghadapi dinamika industri yang terus berubah.

“Kebetulan arah sumbernya dari berbagai bidang ya, ada tadi penyanyi, ada juga pebisnis, ada juga presenter, public speaking, saya rasa banyak insight-insight menarik yang bisa diambil dari sini. Mulai dari bagaimana membuka jalan karir itu seperti apa, bagaimana bertahan dengan industri yang khususnya di media yang sedang goyah, terus bagaimana dengan membuka peluang atau meningkatkan soft skills, dan lain-lain. Saya rasa banyak-banyak hal sih yang bisa diambil dari sini,” tambahnya.

Di akhir wawancara, Fahmi memberikan pesan bagi generasi muda agar tidak takut menghadapi perubahan dan terus membuka diri terhadap perkembangan zaman.

“Pada dasarnya sih, kalau generasi saat ini, harapannya membuka relasi gitu, meningkatkan kemampuan diri. Tadi saya sempat simpul soal jangan kaku terhadap perubahan-perubahan gitu, justru harus dilatih, perubahan itu jangan diabaikan gitu, justru kita harus mengadopsi dan intinya jangan kaku lah. Karena dengan dunia yang semakin dinamis ini, perubahan bisa terjadi kapan saja gitu,” tutupnya.

Selain menghadirkan pembicara inspiratif, acara ini juga memberikan kesan mendalam bagi para peserta yang hadir. Salah satunya adalah Kiki Lavorunjaya, peserta yang mengikuti acara ini bersama temannya. Dalam wawancaranya, Kiki mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam YEF 2025 memberikan pengalaman baru yang menyenangkan.

“Aku ikut aja sih dari teman, dan ini first time banget ikut acara kayak gini. Menurut aku seru banget, jadi banyak experience baru,” ungkap Kiki.

Meski belum menjadi anggota resmi Youth Ranger Indonesia, Kiki mengaku sudah bergabung dalam komunitas mereka dan merasa senang bisa berinteraksi dengan banyak orang baru. Ketika ditanya mengenai kesan dan manfaat dari acara ini, Kiki menilai bahwa YEF 2025 tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membuka kesempatan untuk belajar dan membangun relasi.

“Kesan aku sih bener-bener seru banget. Kita jadi punya hal baru, terus banyak edukasi juga. Jadi bisa belajar dan kenal sama orang lain, bahkan sama strangers,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sesi yang paling berkesan baginya adalah saat penampilan fan showcase yang menampilkan berbagai talenta muda.

“Yang paling seru waktu tampil bikin fashion show dan lain-lain gitu. Seru banget, suasananya juga rame,” tutupnya dengan antusias.

Melalui Acara YEF 2025, baik pembicara maupun peserta sama-sama memperoleh manfaat dan inspirasi baru. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia siap tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, adaptif, serta terbuka terhadap perubahan dan keberagaman.

Posting Komentar

0 Komentar