Sumber Gambar:
Ditulis Oleh: Nazwa Aulia Fadira
Karawang, 30 November 2025 - Seminar dan Talkshow bertema “Technology Grows, Humans Doesn’t Fade” yang diselenggarakan oleh HIMAKU (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025, di Kampus Universitas BSI Kramat 98. Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Fathia Fairuza, Founder Shape Your Life ID, dan Aditya Faris Hakim, konten kreator yang dikenal melalui platform TikTok dengan nama Adityappeo sekaligus CEO Aikofood Indonesia. Keduanya dihadirkan untuk membahas isu yang semakin relevan bagi mahasiswa yaitu bagaimana teknologi, terutama kecerdasan buatan, berkembang dengan sangat pesat namun tetap tidak akan menggantikan peran manusia.
Ketua Pelaksana, Maura Aulianisa, menjelaskan bahwa tujuan utama acara ini adalah memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa perkembangan teknologi bukan alasan untuk mengurangi nilai sumber daya manusia. “HIMAKU ingin memberikan wadah bagi mahasiswa untuk belajar bahwa meski teknologi berkembang, manusia tetap punya peran penting yang tidak bisa digantikan,” ujar Maura.
Dalam pemaparannya, kedua narasumber menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi secara positif, baik untuk proses pembelajaran maupun pengembangan diri. Mereka juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan. Aditya Faris Hakim menjelaskan bahwa hadirnya AI (artificial intelligence) memang membantu banyak pekerjaan, namun di sisi lain memperbesar persaingan di dunia kerja. “Dengan teknologi, sebenarnya in positive side-nya membantu dan emang ada side yang lain emang membuat persaingan makin besar karena banyak lawan-lawan pekerjaan yang digantikan oleh AI segala macem. Nah emang PR-nya kita adalah untuk terus belajar agar kita bisa bersaing di dunia kerja gitu sih,” jelas Adit saat diwawancarai oleh tim UKM Jurnalistik UBSI.
Tak hanya memberikan materi, Adit juga menyampaikan pesan bagi mahasiswa yang masih ragu memulai langkah dalam berkarya. Ia menegaskan pentingnya eksplorasi diri sebelum akhirnya menemukan minat yang sesuai. “Menurut aku lebih enak sih kalau misalkan kalian kerjanya sesuai passion-nya, kalian udah kayak tau misalkan kayak nanti step-nya gimana. Coba-cobain dulu aja, sukanya di mana, terus eksplor, jangan hanya diem aja, coba gali potensinya di mana. Kadang emang ada orang yang belum ketemu bakatnya di mana, potensinya di mana, itu belum nemu aja, bukan berarti gak punya bakat. Caranya adalah terus eksplor diri dan juga terus belajar,” pesannya.
Menutup rangkaian kegiatan, Maura kembali berharap agar seluruh peserta membawa pulang pemahaman positif dari acara ini. “Harapannya peserta itu bisa pulang dengan pemahaman baru bahwa teknologi bukan ancaman, tapi alat yang bisa membantu mereka berkembang,” ungkapnya.
Seminar ini menyuguhkan materi dan pembahasan yang dekat dengan dunia mahasiswa, serta panduan praktis dari para narasumber, sehingga berhasil memberikan sudut pandang baru mengenai hubungan manusia dan teknologi. Acara berlangsung aktif, interaktif, dan memberikan dorongan bagi mahasiswa untuk tidak takut menghadapi perkembangan zaman, melainkan memanfaatkannya sebagai peluang untuk tumbuh.
0 Komentar