Jakarta Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026 — Gabungan Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Fatmawati dan Margonda, fakultas Ilmu Komunikasi menggelar sebuah pameran fotografi berjudul “Jejak Lensa” dengan tema Hiruk Pikuk Kota. Dalam pameran tersebut, para mahasiswa ilmu komunikasi baik dari Fatmawati maupun Margonda diberikan kesempatan untuk mengekspresikan seninya melalui gambar atau foto yang mereka ambil dengan tema yang sudah disesuaikan. Pameran Jejak Lensa menggunakan dua konsep foto yang bertolak belakang, yakni Collorfull dan juga Monocrom.
Kegiatan pameran fotografi ini bertajuk "Jejak Lensa" dan tema "Rupa Riuh Kota" serta mengambil tagline "Ketika Setiap Bingkai Menyimpan Jiwanya Sendiri". Acara ini bertujuan untuk menunjukan bahwa setiap momen, kejadian, atau kenangan memiliki nilai dan arti yang berharga, di mana "bingkai" sebagai frame menyimpan esensi dan inti dari sesuatu yang tak terulang kembali. Pameran tersebut diselenggarakan di gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL) Jl. Moch. Kahfi II No.88, RT.02/05/RW.5, Cipedak, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630, pukul 08.00 – 15.00 WIB dengan estimasi dihadiri 500 pengunjung termaksud panitia. Dalam kesempatan tersebut target audiens dihadiri dengan 50% Wanita dan 50% Pria dari berbagai kalangan usia.
Pameran ini diselenggarakan oleh mahasiswa-mahasiswi UBSI sebagai wadah kreativitas dan refleksi atas dinamika kehidupan perkotaan. Dengan struktur kepanitiaan yang solid, dipimpin oleh Ketua Pelaksana yakni Rayhan Haikal Jagad, didukung Wakil Ketua Gregorious Adelberto Mau, serta kepanitiaan lainnya sekertaris, bendahara, acara, humas, perlengkapan, konsumsi, kesehatan, serta PDD. Dimana setiap divisi diberikan tanggung jawab sesuai atas aspek tertentu, mulai dari perencanaan hingga eksekusi, untuk memastikan acara berjalan dengan lancar.
Rangkaian acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan open gate oleh panitia, diikuti tarian penyambutan khusus untuk pihak internal. Setelah itu Opening ceremony dipandu oleh Resha Ramadhan dan Valentine Ajeng Prameswari selaku MC dalam acara tersebut, dilanjut dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa. Selanjutnya kegiatan dilanjut dengan sambutan pihak internal, Bapak Priatna S.Sos.,M.Si., MM. selaku Dosen Pengampu, Ibu Intan Leliana, S.Sos.I,M.M, M.I.Kom selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi, Wakik ketua umum HIMAKOM Muhammad Faza Aditya Harsono, serta Rayhan Haikal Jagad selaku Ketua Pelaksana. Acara kemudian diresmikan, dan pihak internal dipersilahkan mengeksplorasi area pameran dipandu oleh Ketua Pelaksana dan LO (Liaison Officer) yang dimana dilengkapi narator di setiap booth foto untuk menjelaskan makna dan arti karya yang dipajang.
Pukul 10.00 WIB, open gate kedua dibuka untuk pihak eksternal, khususnya mahasiswa-mahasiswi UBSI, yang harus berbaris absen dan mendapatkan akses masuk menggunakan PIN. Barang bawaan dicek untuk mencegah kesalahan dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Kegiatan dilanjut dengan sharing session yang dipandu oleh Meila dan Aji Pangestu tentang arti pameran dan fotografi untuk meningkatkan partisipasi dan antusiasisme pengunjung, diikuti pertunjukan seni seperti show tari modern, show puisi, dan show cover dance yang diisi oleh talent dari Universitas Bina Sarana Informatika. Pada pukul 12.00-13.00 WIB, disediakan waktu ishoma (istirahat sholat), di mana panitia memanfaatkan kesempatan untuk membersihkan area pameran dari sampah berserakan dan mengkoordinasikan lagi setiap divisi untuk melaksanakan tanggung jawab masing-masing.
Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan show vocal duet, show rap, dan show band. Puncaknya adalah pameran session oleh mahasiswa-mahasiswi UBSI, sebelum close gate pada pukul 15.00 WIB.
"Kami berharap dengan diselenggarakannya pameran ini tidak hanya sebagai ajang pamer karya, tetapi juga sebagai bentuk pengekspresian diri dalam media visual serta sebagai pengingat bagi semua orang untuk menghargai setiap momen berharga dalam kehidupan yang hanya sekali dapat diabadikan dalam bentuk bingkai foto," ujar Rayhan, Ketua Pelaksana Pameran "Jejak Lensa". "Melalui tema 'Rupa Riuh Kota', kami menangkap esensi kehidupan perkotaan yang penuh dinamika, di mana setiap bingkai foto menyimpan jiwa dan kenangan yang tak tergantikan."
Pameran ini mencari lebih dari sekadar apresiasi visual, ia bertujuan membangun kesadaran kolektif tentang nilai-nilai fotografi sebagai medium untuk melestarikan kenangan, mendorong kreativitas mahasiswa, dan memperkuat solidaritas kampus. Acara ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peka terhadap keindahan momen sehari-hari di tengah hiruk-pikuk kota yang tidak dapat dipahami oleh sembarang orang.
0 Komentar