Memahami Broken Home dan Dampaknya Bagi Anak

oleh Dita Septia, pada tanggal 30 Oktober 2020, 19.48 WIB 

Broken home merupakan kondisi saat keluarga mengalami perpecahan dan terputusnya struktur peran anggota keluarga yang gagal menjalankan kewajiban dari peran mereka. Pengertian broken home juga dapat dilihat dari dua aspek, yaitu broken home karena struktur keluarga tidak utuh dikarenakan perceraian atau salah satu orangtua meninggal dunia.

Ada juga kondisi di mana orangtua tidak bercerai, tapi struktur keluarga tidak utuh karena salah satu orangtua meninggalkan rumah atau tidak memberi kasih sayang lagi dengan anak dan pasangannya. Contohnya, orangtua sering bertengkar sehingga struktur keluarga tersebut tidak sehat lagi secara psikologis.

Kondisi perpecahan pada struktur keluarga ini tentu dapat berdampak buruk bagi perkembangan dan kesehatan mental anak. Broken home dapat menyebabkan anak merasa kehilangan peran penting keluarga di hidupnya, merasa stres, tertekan, hingga merasa dirinya yang menjadi penyebab perpisahan tersebut.

Dampak dari broken home umumnya akan membuat anak merasa sedih dan kehilangan motivasi atau penyemangat. Selain itu, berikut dampak broken home pada anak yang perlu Anda tahu:

Mengalami kesedihan yang berkelanjutan

Saat anak menyadari adanya perpecahan di keluarganya, tentu akan membuatnya merasa sedih. Hal ini dikarenakan anak sadar bahwa apa yang sudah dilalui keluarganya akan hancur begitu saja dan kenangan indahnya bersama keluarga tidak dapat terulang kembali.

Menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab perpisahan

Karena masalah yang terjadi di keluarganya, anak broken home seringkali merasa bahwa dirinya lah yang menjadi penyebab perpisahan orangtuanya. Padahal, hal ini belum tentu benar dan jika anak terus menyalahkan dirinya akan berdampak buruk dengan kesehatan mentalnya.

Menjadi lebih posesif

Anak dari keluarga broken home cenderung akan menjadi lebih posesif dalam lingkungan pertemanan atau percintaan. Hal ini dikarenakan anak broken home secara emosional lebih haus kasih sayang karena tidak mereka dapatkan dari keluarganya. Selain itu, anak broken home juga cenderung memiliki rasa cemburu yang berlebihan pada orang di sekitarnya.

Sulit percaya dengan orang lain

Menurut sebuah penelitian, anak broken home akan sulit percaya dengan orang lain dan akan selalu merasa bahwa ia sedang dibohongi. Perasaan sulit menaruh kepercayaan pada orang lain ini dapat menyebabkan anak mudah frustrasi dan sering berkecil hati saat berhubungan dengan orang lain.

Kehilangan kasih sayang

Dampak broken home juga akan membuat anak merasa kehilangan kasih sayang. Rasa kehilangan yang dialami oleh anak broken home bukanlah kehilangan yang bisa di dapat atau dikembalikan seperti semula. Anak broken home akan merasa tidak ada sosok yang dapat menggantikan peran tersebut dan merasa tidak diperhatikan.

Tidak punya identitas diri

Dampak broken home yang sudah disebutkan sebelumnya, akan menyebabkan anak tidak punya identitas diri yang kuat. Mental anak broken home cenderung lemah dan ia merasa hidupnya tidak seberuntung orang lain. Hal inilah yang menyebabkan anak broken home mudah depresi, tidak punya identitas diri yang kuat, dan merasa dirinya tidak berharga.

Trauma untuk menjalin hubungan dengan orang lain

Kondisi parah dari dampak broken home pada anak, dapat menyebabkan trauma untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Berdasarkan pengalaman yang tidak baik dalam keluarganya, membuat ia ragu dan takut untuk membangun hubungan atau berkeluarga nantinya.


Posting Komentar

0 Komentar