(Foto : Malangtime.com)
Oleh Fachmi Arya Pangestu pada Minggu, 10 April 2022 pukul 11.42 WIB
(Jakarta, 10 April 2022)
Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melarang siswa Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengikuti demonstrasi yang akan digelar besok,
Senin, 11 April 2022. Hal itu menyikapi ramainya tagar di media
sosial bertajuk 'STM Bergerak'.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala
Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Ristek Anang Ristanto mengatakan,
pemerintah menjaga dengan baik anak-anak, termasuk siswa SMK agar terhindar dari
segala bentuk kekerasan.
"Melindungi dan menjaga
anak-anak dari kekerasan adalah amanat konstitusi yang merupakan tanggung jawab
semua pihak," ujar Anang saat dikonfirmasi MPI, Minggu (10/4/2022).
Anang mengimbau, seluruh
jajaran pendidikan di setiap daerah termasuk orang tua, agar menjaga
anak-anaknya agar tidak terlibat pada aksi massa yang akan dilaksanakan oleh
kakak-kakaknya besok.
"Untuk menjaga
keselamatan dan keamanan peserta didik SMK, Kemendikbudristek mengimbau kepada
Dinas Pendidikan, para pendidik serta orang tua peserta didik SMK di wilayah
Jabodetabek agar dapat mencegah keterlibatan anak-anak dalam aksi unjuk rasa
pada tanggal 11 April 2022," ujarnya.
Ia melanjutkan, unjuk rasa
yang akan digelar besok, juga bertentangan dengan jam pelajaran yang digelar di
sekolah.
"Selain itu, ajakan
untuk mengikuti unjuk rasa pada saat jam belajar tidak sejalan dengan upaya
pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan," tuturnya
Namun, siswa SMA/SMK tetap bisa menyalurkan aspirasi. Mereka bisa menyampaikan aspirasinya di ranah edukasi atau pendidikan, serta di bawah pembinaan dari orang tua.
Source : Okezone.com
.jpeg)
0 Komentar