Apa itu mental healthy? Mungkin beberapa
orang sudah familiar dengan kata Mental Healthy, dua kata yang yang sudah cukup sering muncul
di beberapa media social seperti Instagram, twitter maupun tiktok. Bahkan ada
beberapa content creator, yang mengangkat
isu mental healthy sebagai content edukasi.
PENGERTIAN
MENTAL HEALTH
Dalam buku Mental Hygiene, kesehatan mental
berkaitan dengan beberapa hal. Pertama, bagaimana seseorang memikirkan,
merasakan dan menjalani keseharian dalam kehidupan. Kedua, bagaimana seseorang
memandang diri sendiri dan orang lain, dan Ketiga, bagaimana seseorang
mengevaluasi berbagai alternative solusi dan bagaiamana mengambil keputusan
terhadap keadaan yang di hadapi (Yusuf 2011)
Mental Health (Kesehatan Mental) adalah
suatu kondisi seseorang yang memungkinkan berkembangnya semua aspek
perkembangan, baik fisik, intelektual dan emosional yang optimal serta selaras
dengan perkembangan orang lain, sehingga selanjutnya mampu beriteraksi dengan
lingkungan sekitarnya.
(Riset dari Kementrian Kesehatan. Foto : Canva.com)
RISET PRESENTASE JUMLAH KASUS KESEHEHATAN
MENTAL YANG TERJADI DI INDONESIA
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018,
menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami
gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari
15 tahun mengalami depresi.
Selain itu berdasarkan Sistem Registrasi
Sampel yang dilakukan Badan Litbangkes tahun 2016, diperoleh data bunuh diri
pertahun sebanyak 1.800 orang atau setiap hari ada 5 orang melakukan bunuh
diri, serta 47,7% korban bunuh diri adalah pada usia 10-39 tahun yang merupakan
usia anak remaja dan usia produktif.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian
Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Dr. Celestinus Eigya Munthe menjelaskan masalah
kesehatan jiwa di Indonesia terkait dengan masalah tingginya prevalensi orang
dengan gangguan jiwa. Untuk saat ini Indonesia memiliki prevalensi orang dengan
gangguan jiwa sekitar 1 dari 5 penduduk, artinya sekitar 20% populasi di
Indonesia itu mempunyai potensi-potensi masalah gangguan jiwa.
Pernyataan di atas adalah presentasi
penduduk Indonesia yang memiliki depresi tingkat berat. Namun tanpa mereka
sadari untuk beberapa orang yang konon baik-baik saja, tanpa mereka sadari
pun mereka terjadi sedikit masalah dengan dirinya sendiri, walaupun tidak menyebabkan
hal ekstrem seperti di atas, akan tetapi jika di biarkan berlarut-larut akan
dapat menyebabkan hal yang sama
BACA JUGA : PRESS RELEASE PENUTUPAN ACARA PKKMB
STIGMA
BURUK MASYARKAT TENTANG GANGGUAN KESEHATAN MENTAL
Penderita gangguan kesehatan mental masih dianggap sebagai hal yang memalukan atau sebuah aib bagi keluarga atau kerabat yang salah satu anggota keluarga mengalami gangguan kesehatan mental atau kejiwaan. Masyarakat Indonesia beranggapan bahwa gangguan kesehatan mental atau kejiwaan tidak dapat disembuhkan sehingga bagi penderitanya layak dikucilkan.
Kuatnya stigma negatif masyarakat pada penderita gangguan kesehatan mental menjadikan penderita tidak mendapatkan perawatan yang sesuai. Dianggap sebagai sebuah aib, keluarga penderita gangguan kesehatan mental lebih memilih mengurung anggota keluarga yang terkena gangguan mental di rumah, bahkan masih sering ditemui yang memilih memasung karena berpikiran bahwa penderita gangguan kesehatan mental dapat membahayakan keselamatan orang lain.
Dengan stigma negatif
tersebut maka akan sulit institusi kesehatan yang menangani persoalan ini untuk
membantu mereka yang membutuhkan perawatan. Minimnya pengetahuan tentang kesehatan mental, maupun gangguan kesehatan mental menjadikan masyarakat memilih
untuk diam, dan melakukan hal yang sangat sederhana sebagai bentuk pengobatan.
Kurangnya keterbukaan masyarakat terhadap gangguan kesehatan mental menjadikan
masyarakat terjebak di perspektif masing-masing
BACA JUGA : PRESS RELEASE WORKSHOP PUBLIC SPEAKING Dengan Tema “How Be a Good Public Speaker”
0 Komentar