Sumber gambar:
gulfnews.com
Ditulis oleh: Ahmad
Mujamil Farid
Bogor, 01 Desember 2023 – COP adalah
singkatan dari “Conference of the Parties” merupakan pertemuan tahunan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas isu-isu perubahan iklim. Tahun
ini, pertemuan ke-28 diadakan di Dubai, Uni Emirat Arab, mulai dari tanggal 30
November hingga 12 Desember. 2023. Para pemimpin dunia akan membahas cara
membatasi dan mempersiapkan diri untuk perubahan iklim di masa depan.
Dalam kesempatan kali
ini, Indonesia mengawal empat agenda krusial yang dibawa dalam Konferensi
Tingkat Tinggi (KTT) PBB 2023, hal tersebut disampaikan oleh National Focal
Point UNFCCC untuk Indonesia Laksmi Dhewanthi di Dubai, sebagaimana dilansir Antara.
Isu krusial pertama adalah pemaparan perdana global stocktake karena semua pemerintahan menantikan hasil dari
evaluasi Perjanjian Paris tersebut.
Sedangkan isu krusial
yang kedua yaitu mitigasi perubahan iklim. Mitigasi mengenai program dunia
tentang transisi berkeadilan atau world
program on just transition pathway.
Serta isu krusial yang
ketiga adalah adaptasi perubahan iklim. COP28 akan memaparkan secara detail
tentang kesepakatan global terhadap adaptasi perubahan iklim, lalu merumuskan
dan menyepakati isu tersebut menjadi sebuah komitmen. Isu adaptasi menjadi
mandat negosiasi Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB tahun ini.
Dan yang terakhir
yaitu isu keempat yang dibahas mengenai pendanaan iklim. Terdapat dua topik
yang dibahas dalam isu tersebut, yakni pendanaan iklim untuk jangka panjang,
termasuk pemenuhan komitmen pendanaan iklim pada masa lalu, serta tujuan baru
yang terukur secara kolektif dalam pendanaan iklim atau new collective quantified goal on climate finance.

0 Komentar