Nama Penulis: Dhaniel
Faturahman
Sumber Gambar:
Detiknet
Bekasi, 29 April 2025
– Pemerintah Spanyol secara resmi menetapkan status darurat nasional setelah
negara tersebut mengalami pemadaman listrik berskala besar yang melumpuhkan
hampir seluruh wilayah, termasuk negara tetangganya, Portugal. Pemadaman yang
telah berlangsung hampir 10 jam itu belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan,
menyebabkan kekacauan di jalanan, terhentinya layanan publik, serta
meningkatnya ketegangan sosial di sejumlah kota besar.
Dilansir dari
Kompas.com, hingga Selasa (29/4/2025) siang waktu setempat, penyebab utama dari
pemadaman listrik ini masih belum bisa dipastikan. Penyelidikan tengah
dilakukan oleh otoritas terkait, termasuk The European Union Agency for
Cybersecurity ENISA, lembaga keamanan siber milik Uni Eropa yang bertugas
memantau dan menangani insiden siber di kawasan Eropa. Beberapa laporan awal
menyebutkan bahwa kerusakan jaringan kabel listrik menjadi kemungkinan
terbesar, ditambah dengan potensi kelebihan suplai dari energi surya yang tidak
tersalurkan secara stabil ke sistem utama.
Sementara itu,
beredar pula rumor di media sosial mengenai kemungkinan terjadinya sabotase
siber atau serangan digital yang sengaja ditargetkan ke jaringan kelistrikan
nasional. Namun, menurut laporan Antara News yang mengutip pernyataan resmi
ENISA, belum ada bukti kuat yang mengarah pada tindakan serangan siber sebagai
penyebab utama mati listrik.
“Tim kami masih
melakukan analisis secara mendalam, dan hingga kini belum ditemukan indikasi
jelas adanya unsur serangan digital atau cyber sabotage,” tulis ENISA dalam
siaran pers resminya, Selasa (29/4/2025).
Dampak dari pemadaman
ini terasa sangat luas. Dilaporkan oleh RRI.co.id, seluruh infrastruktur publik
seperti bandara, rumah sakit, layanan transportasi, dan jaringan komunikasi
mengalami kelumpuhan total. Sejumlah rumah sakit di Madrid dan Barcelona
dilaporkan terpaksa menggunakan generator cadangan, sementara Alta Velocidad
Espanola atau kereta antarkota utama di Spanyol dihentikan sementara. Kondisi
ini pun memicu kepanikan warga, terutama mereka yang terjebak di lift, stasiun
bawah tanah, maupun rumah tanpa penerangan.
Kondisi lalu lintas
pun menjadi tidak terkendali karena lampu lalu lintas tidak berfungsi dan
komunikasi radio polisi mengalami gangguan. Sebagai langkah pengamanan,
pemerintah Spanyol mengerahkan unit-unit militer untuk membantu mengendalikan
ketertiban jalanan dan mendampingi aparat sipil. Beberapa titik di pusat kota
Madrid bahkan dijaga oleh pasukan khusus untuk mencegah potensi penjarahan dan
gangguan keamanan lainnya.
Pemerintah Spanyol
dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa mereka tengah bekerja sama dengan
pihak Uni Eropa, ENISA, serta operator kelistrikan regional untuk segera
mengidentifikasi dan memperbaiki gangguan ini. Penanganan juga melibatkan
beberapa negara tetangga seperti Prancis dan Italia yang menawarkan dukungan
teknis.
“Saat ini fokus utama
kami adalah memulihkan jaringan listrik sesegera mungkin dan menjaga ketertiban
umum,” ujar Menteri Dalam Negeri Spanyol dalam konferensi pers darurat, Selasa
(29/4/2025).
Krisis listrik ini
menjadi sorotan internasional, terutama karena terjadi di dua negara Eropa
Selatan yang selama ini dikenal memiliki sistem energi terbarukan yang
berkembang pesat. Namun insiden ini juga membuka pertanyaan besar tentang
kesiapan infrastruktur energi hijau dalam menghadapi beban ekstrem, terutama di
musim semi saat produksi energi surya mencapai puncaknya.
Pemerintah Spanyol
mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Warga juga diminta menghemat penggunaan energi cadangan dan tidak menyebarkan
informasi yang belum terverifikasi.
Sementara investigasi masih berjalan, pemerintah menjanjikan pembaruan informasi secara berkala melalui media nasional dan siaran radio yang masih dapat diakses. Belum ada kepastian kapan listrik akan kembali menyala sepenuhnya, namun tim teknis dan keamanan terus bekerja sepanjang malam untuk mengatasi situasi darurat ini.
0 Komentar